|
Hijrah, Tonggak Kebangkitan Ummat Islam |
|
Ditulis Oleh Al-Barokah
|
|
Saturday, 22 March 2003 |
|
Oleh: Muhammad Syamlan, Lc. Sekretaris Umum MUI Propinsi Bengkulu
Hijrah secara bahasa memiliki pengertian yang luas. Secara umum, hijrah berarti perpindahan dari suatu tempat ke tampat lain, atau dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain. Hijrah bisa saja dalam bentuk perilaku, ideologi, moral, hukum, kebudayaan dan lain sebagainya. Akan tetapi hijrah menurut istilah yang lazim (masyhur) adalah bermakna pindahnya Rasulullah saw. dan para sahabat dari kota Makkah ke Madinah (yang sebelumnya bernama Yatsrib). Mengapa hijrah ke Madinah itu sedemikian istimewa, sampai mendominasi istilah hijrah itu sendiri yang sedemikian luas, lagi pula sebelum itu pun sudah ada hijrah yaitu hijrah ke Habasyah dan Tha'if? Bahkan tak sebatas itu, hijrah ke Madinah, secara historis nabawi menjadikan adanya dua periode dalam perjalanan risalah Nabi saw. : Yaitu Periode Makkah (qoblal hijrah) dan Periode Madinah (ba'dal hijrah). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Yahudi dan Nasrani dalam Perspektif Aqidah Islam |
|
Ditulis Oleh Al-Barokah
|
|
Saturday, 22 March 2003 |
Oleh Muhammad Syamlan, Lc Ketua DSW PK Bengkulu Anggota Lembaga Kajian Hukum Islam STAIN Bengkulu
Hari-hari ini ummat Islam mendapatkan serangan dari berbagai penjuru, bukan saja serangan ekonomi, moral dan badai fitnah bom terorisme, tetapi juga serbuan pemikiran yang membawa kepada pemurtadan. Salah satu di antara pemikiran itu adalah inklusivisme teologi, liberalisme atau pluralisme yang memandang bahwa semua agama adalah sama, atau sama-sama memiliki nilai-nilai kebenaran, khususnya terhadap agama-agama yang dikenal sebagai agama samawi yang mempunyai sumber asal kitab suci, yaitu Yahudi dan Nashrani. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Hijrah dan Kultus Individu |
|
Ditulis Oleh Al-Barokah
|
|
Saturday, 22 March 2003 |
|
Tidak ada satu peristiwa apa pun dalam kehidupan yang dihuni oleh manusia ini yang tidak bersifat hijrah. Seandainya pun ada benda yang beku, diam dan seolah sunyi abadi: ia tetap berhijrah dari jengkal waktu ke jengkal waktu berikutnya.
Orang jualan bakso menghijrahkan bakso ke pembelinya, dan si pembeli menghijrahkan uang ke penjual bakso. Orang buang ingus, buang air besar, melakukan transaksi, banking, ekspor impor, suksesi politik, revolusi, apapun saja, adalah hijrah. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Mendayagunakan Potensi Waktu |
|
Ditulis Oleh Al-Barokah
|
|
Saturday, 22 March 2003 |
|
Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
Waktu demi waktu yang sudah kita jalani. Jika mau jujur, tiap desah napas adalah satu langkah menuju kubur. Perayaan ulang tahun, sebenarnya adalah perayaan berkurangnya jatah umur kita. Alangkah ruginya jikalau kita menjalani sesuatu yang begitu berharga lalu kita sia-siakan dia. Begitu urgennya masalah waktu, sampai ada yang mengatakan, "Jika engkau ingin tahu manusia yang paling bodoh, lihatlah orang yang diberi modal dan modalnya dihamburkan sia-sia." Tidak bisa kita pungkiri bahwa satu-satunya yang tidak bisa direm adalah waktu. Setiap orang punya jatah yang sama, 24 jam. Orang yang sukses dengan yang gagal, begitupun calon ahli surga dan calon ahli neraka, waktu yang diberikan kepada mereka semua adalah sama. Yang jadi soal adalah bagaimana mengelola waktu agar menjadi manfaat di dunia dan akhirat? |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 41 42 43 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 288 - 294 dari 296 |