Kajian Dzuhur
Depan
Berita
Organisasi
Radio Al Barokah
Forum
Perpustakaan
Download
Album
Cari
Buku Tamu
Links
Peta Situs
Hubungi Kami
Jadual Khatib Jum'at 2009
Laporan Keuangan rutin
Info Jamaah

 

A. Berita Duka:

Meninggal dunia ibunda dari M. Habibi (Mobile-8). Semoga Allah mengampuni dosa beliau, dan keluarganya dalam kesabaran.

 

B. Berita Kelahiran:

- Putri pertama Gian Hamdani (Mobile-8)
- Putra kedua Daniel-Elda (Plh. Presiden DKM Al-Barokah)
- Putra kedua Marfuah (BNA) 
Barakallahulakum, semoga menjadi anak sholih/ ah yang mencintai Allah dan rasul-Nya 

 

C. Berita Sakit:

- Ananda Imam Maliq (13 bulan) putra kedua Kamelia Sari Putri (PZ. Cussons) karena kelainan jantung. Sempat dirawat di RSJ. Harapan Kita, dan sekarang masih rawat jalan..

Semoga lekas sembuh dan keluarganya dalam kesabaran.

 


 

 

 

 
Polling
Setujukah Anda jika nama Musholla Al Barokah diganti menjadi Masjid Al Barokah?
 
Cari
Form Login





Lupa Kata Sandi?


  Rekanan



Keutamaan Sholat Berjamaah Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Ditulis Oleh Al-Barokah   
Friday, 05 February 2010
Oleh: Drs. H. Ahmad Yani
 
Ketika Allah swt memerintahkan sesuatu kepada kita, sebenarnya hal itu untuk kebaikan kita juga, begitu pula halnya dengan perintah shalat berjamaah. Karena itu ada sejumlah nilai keutamaan yang akan kita peroleh, baik di dunia maupun di akhirat bila kita melaksanakan shalat secara berjamaah, apalagi bila berjamaahnya di masjid atau mushalla.
 

Oleh karena itu, nilai-nilai keutamaan shalat berjamaah harus kita pahami dengan sebaik-baiknya agar kita semakin termotivasi untuk terus melakukan shalat secara berjamaah.

 

1.      Derajat Yang Lebih Tinggi

 

      Derajat shalat berjamaah jauh lebih tinggi daripada shalat yang dilakukan sendirian, karena itu derajat orang yang suka shlat berjamaah menjadi jauh lebih tinggi dihadapan Allah swt dan dihadapan kaum muslimin daripada mereka yang hanya shalat sendirian, apalagi terhadap orang yang mengaku muslim tapi tidak melaksanakan shalat, Rasulullah saw bersabda:

 

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً

 

Shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat (HR. Bukhari dan Muslim).

 

            Karena itu pula, orang yang rajin datang ke masjid yang salah satunya adalah untuk melaksanakan shalat berjamaah tidak perlu diragukan kualitas keimanannya, karena ia memang telah menunjukkannya dengan memiliki ikatan batin yang kuat kepada masjid, Rasulullah saw bersabda:

 

اِذَا رَاَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوْا لَهُ باِلإِيْمَانِ.

 

Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman (HR. Tirmidzi dari Abu Sa’id Al Khudri).

 

2.      Terbebas Dari Neraka dan Kemunafikan.

 

Melaksanakan shalat berjamaah, apalagi berjamaah di masjid memerlukan kesungguhan dan pengorbanan. Tidak adanya kesungguhan membuat seseorang tidak bisa melaksanakannya meskipun sebenarnya tidak ada kendala yang berarti, apalagi ia memang tidak mau mengorbankan waktu dan tenaga atau mengorbankan kesenangan-kesenangannya dalam kehidupan ini. Kesungguhan dan pengorbanan lebih dituntut lagi untuk bisa mengikuti shalat berjamaah yang dilaksanakan berbarengan dengan takbiratul ihram yang dilakukan oleh imam shalat di masjid, karenanya nilai keutamaannya sangat besar, yakni bisa terbebas dari neraka dan sifat kemunafikan, Rasulullah saw bersabda:  

 

مَنْ صَلَّى ِللهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا فِى جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيْرَةَ اْلأُوْلَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفّاقِ

 

Siapa yang shalat berjamaah karena Allah selama 40 hari dengan mendapat takbiratul ihram, maka ditulis baginya dua kebebasan, yaitu bebas dari api neraka dan bebas dari kemunafikan (HR. Tirmidzi)

 

3.      Dido’akan Malaikat.

 

Shalat berjamaah di masjid memang sangat istimewa dihadapan Allah swt, para malaikat dan Rasul-Nya. Karena itu, nilai keutamaan yang akan diperoleh adalah dido’akan oleh malaikat agar memperoleh rahmat Allah swt, sesuatu yang memang amat kita dambakan dalam kehidupan kita di dunia maupun di akhirat kelak, Rasulullah saw bersabda:

 

صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى جَمَاعَةٍ تَضْعُفُ عَلَى صَلاَتِهِ فِى بَيْتِهِ وَسُوْقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ ضِعْفًا وَذَالِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوْءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لاَيُخْرِجُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ لَمْ يَخْطُ خُطْوَةً إِلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَخُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيْئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّى عَلَيْهِ مَادَامَ فِى مُصَلاَّهُ مَالَمْ يحدثْ اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَيْهِ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلاَيَزَالُ فِى صَلاَةٍ مَاانْتَظَرَ الصَّلاَةَ

 

Shalat  seseorang dengan berjamaah itu melebihi shalatnya di rumah atau di pasar sebanyak dua puluh lima kali lipat. Sebabnya ialah karena bila ia berwudhu dilakukannya dengan baik lalu pergi ke masjid sedang kepergiannya itu tiada lain dari hendak shalat semata-mata, maka setiap langkah yang dilangkahkannya, diangkatlah kedudukannya satu derajat dan dihapuskan dosanya sebuah. Dan jika ia sedang shalat, maka para malaikat memohonkan untuknya rahmat selama ia masih berada di tempat shalat itu selagi ia belum berhadats, kata mereka: “Ya Allah, berilah orang ini rahmat, Ya Allah kasihilah dia. Dan orang itu dianggap sedang shalat sejak ia mulai menantikannya (HR. Bukhari dan Muslim

 

4.      Menantinya Dianggap Shalat.

 

Orang yang melaksanakan shalat berjamaah di masjid amat bagus bila menanti beberapa saat sebelum masuk waktu shalat agar ia tidak termasuk orang yang terlambat. Manakala ia menanti pelaksanaan shalat berjamaah, maka penantiannya itu termasuk dinilai sebagai waktu yang digunakan untuk shalat, ini berarti bila shalat hanya berlangsung lima menit dan ia menantikan pelaksanaan shalat selama lima menit, maka ia seperti melaksanakan shalat selama sepuluh menit, demikian yang kita pahami dari hadits di atas.

 

            Karena itu, menanti shalat berjamaah memiliki keistimewaan tersendiri bagi kaum muslimin, Rasulullah saw bersabda:

 

لاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَةٍ مَادَامَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ لاَ يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلَى أَهْلِهِ إِلاَّ الصَّلاَةُ

Selalu seseorang teranggap dalam shalat selama tertahan oleh menantikan shalat, tiada yang menahannya untuk kembali ke rumahnya hanya semata-mata karena menantikan shalat (HR. Bukhari dan Muslim).

 

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَّرَ لَيْلَةً صَلاَةَ الْعِشَاءِ إِلَى شَطْرِ اللَّيْلِ ثُمَّ أقبل بوجههِ بعد ماصلى فقال: الناس ورقدوا ولم تزالوا فِى صَلاَةٍ منذ انتظر تموها  

 

Rasulullah saw pada suatu malam mengakhirkan shalat Isya hingga tengah malam, kemudian ia menghadap kepada kami setelah shalat, maka ia bersabda: Orang-orang banyak yang telah shalat dan pulang tidur, sedang kamu tetap dianggap shalat dalam shalat selama kamu menantikan shalat (HR. Bukhari dari Anas ra ).

 

5.      Langkah Yang Jauh Menambah Pahala

 

Keutamaan yang juga amat istimewa bagi orang yang melaksanakan shalat berjamaah adalah ia akan memperoleh pahala yang lebih besar bila jarak tempuhnya menuju masjid atau mushalla lebih jauh lagi karena langkah-langkah kakinya akan dihitung dan dicatat, Rasulullah saw bersabda:

 

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ فِى الصَّلاَةِ أَجْرًا أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى

 

Sesungguhnya orang yang terbesar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalanannya (HR. Muslim dari Abu Musa).

 

            Kepastian dicatatnya langkah-langkah menuju masjid membuat sahabat Bani Salamah tidak jadi pindah ke dekat masjid, apalagi Rasulullah saw menekankan agar sahabat Bani Salamah tetap tinggal di daerah yang lebih jauh dari masjid, hal ini diceritakan oleh sahabat Jabir ra:

 

خَلَتِ الْبِقَاعُ حَوْلَ الْمَسْجِدِ فَأَرَادَ بَنُو سَلَمَةَ أَنْ يَنْتَقِلُوْا إِلَى قُرْبِ الْمَسْجِدِ فَبَلَغَ ذَالِكَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّهُ بَلَغَنِى أَنَّكُمْ تُرِيْدُوْنَ أَنْ تَنْتَقِلُوْا قُرْبَ الْمَسْجِدِ؟ قَالُوا: نَعَمْ يَارَسُوْلَ اللهِ قَدْ أَرَدْنََا ذَالِكَ. فَقَالَ: يَابَنِى سَلَمَةَ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ

 

 

Di sekitar masjid terdapat tanah-tanah kosong, maka Bani Salamah ingin pindah ke dekat masjid. Hal itu sampai ke telinga Nabi, maka sabdanya: “Kudengar berita bahwa kamu akan pindah ke dekat masjid, benarkah itu?.” Ujar mereka: “Benar Ya Rasulullah, kami bermaksud demikian”. Beliaupun bersabda: “Wahai Bani Salamah, tetap sajalah di tempatmu masing-masing, langkah-langkahmu pasti dicatat”. (HR. Ahmad dan Abu Daud).

 

6.      Memperoleh Ridha Allah.

 

Setiap muslim pasti ingin memperoleh ridha dari Allah swt, salah satu cara yang harus kita lakukan adalah melaksanakan shalat berjamaah melalui shaf-shaf atau barisannya yang lurus dan rapat, Rasulullah saw bersabda:

 

ثَلاَثَةٌ يَضْحَكُ اللهُ إِلَيْهِمْ: اَلرَّجُلُ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يُصَلِّى وَالْقَوْمُ إِذَا صَفُّوْا لِلصَّلاَةِ وَالْقَوْمُ إِذَا صَفُّوْا لِلْقِتَالِ

 

Tiga orang yang diridhai Allah, yaitu: seseorang yang bila bangun tengah malam ia melakukan shalat, suatu kaum yang berbaris untuk shalat dan suatu kaum yang berbaris untuk berperang (di jalan Allah). (HR. Abu Ya’la).

 

7.      Disukai Allah Bila Jamaahnya Lebih Banyak.

 

Apabila kesadaran kaum muslimin untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid sudah lebih besar, maka akan semakin banyak orang yang melaksanakannya, tidak seperti sekarang yang berjumlah sedikit bahkan amat sedikit. Manakala semakin banyak dari umat Islam yang melaksanakan shalat berjamaah, maka hal itu lebih disukai oleh Allah swt yang tentu saja akan semakin banyak pahala yang diberikan-Nya, Rasulullah saw bersabda:

 

صَلاَةُ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ وَحْدَهُ وَصَلاَتُهُ مَعَ الرَّجُلَيْن أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ مَعَ الرَّجُلِ وَمَا كَانَ أَكْثَرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللهِ تَعَالَى

 

Shalat seseorang dengan orang lain adalah lebih baik daripada shalatnya sendirian, shalatnya dengan dua orang lebih baik dari shalatnya berdua dan mana yang lebih banyak itulah yang lebih disukai Allah Ta’ala (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

 

8.      Cara Untuk Mendapat Petunjuk

 

Setiap muslim tentu ingin mendapatkan petunjuk dari Allah swt sehingga dengan petunjuk itu kehidupan ini akan dijalani lebih baik lagi. Hal ini karena melaksanakan shalat yang lima waktu merupakan sesuatu yang amat penting, bila seseorang melaksanakannya diawal waktu secara berjamaah, niscaya ia semakin terangsang untuk menjalani hidup lebih baik lagi, apalagi shalat memang bisa mencegah seseorang dari melakukan perbuatan yang keji dan munkar, Rasulullah saw bersabda:

 

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَمَنَا سُنَنَ الْهُدَى الصَّلاَةُ فِى الْمَسْجِدِ الَّذِى يُؤَذَّنُ فِيْهِ    .

 

Bahwa Rasulullah saw mengajarkan kepada kita ketentuan buat mendapatkan petunjuk, yaitu shalat di masjid ketika sudah diserukan suara azan (HR. Muslim dari Abu Hurairah)ز

 

9.      Tidak Bisa Dikuasai Syaitan.

 

Syaitan sebenarnya tidak punya kekuatan bila kitanya kuat, namun bila kita lemah, maka syaitan terasa begitu kuat sehingga kita akan mudah dikalahkan oleh syaitan yang membuat kita menjadi orang yang tunduk kepada kehendak-kehendaknya. Karena itu, untuk memperkuat ketahanan rohani yang membuat kita tidak bisa dikuasai oleh syaitan, maka kita harus melaksanakan shalat berjamaah yang lima waktu. Bila tidak, apalagi di suatu masjid atau di suatu kampong tidak ada yang melaksanakan shalat berjamaah, maka hal itu sudah jelas menjadi masyarakat yang dikuasai oleh syaitan sehingga mudah bagi syaitan untuk menyesatkan mereka, Rasulullah saw bersabda:

 

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا مِنْ ثَلاَثَةٍ فِى قَرْيَةٍ وَلاَبَدْوٍ وَلاَ تُقَامُ فِيْهِمُ الصَّلاَةُ إِلاَّ قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الْغَنَمِ الْقَاصِيَةِ

Saya dengar Rasulullah saw bersabda: tiada tiga orangpun di dalam sebuah desa atau lembah yang tidak diadakan disana shalat berjamaah, melainkan nyatalah bahwa mereka telah dipengaruhi oleh syaitan. Karena itu tepatilah shalat berjamaah, sebab hanya kambing yang terpencil dari kawannya sajalah yang dapat dimakan oleh srigala (HR. Abu Daud).

 

            Dengan nilai-nilai keutamaan shalat berjamaah yang sedemikian besar seperti yang diuraikan di atas, maka kita akan semakin termotivasi untuk selalu melaksanakannya dalam hidup ini. Kita tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid hanya karena halangan yang tidak bisa kita hindari.  (ATM)

 

Disampaikan dalam KANTIN Al-Barokah, Kamis, 04/02/10

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >