| Kajian Dzuhur |
|---|
|
| Info Jamaah | ||
|---|---|---|
|
||
| Polling |
|---|
| Cari |
|---|
| Saat ini ada 12 Jumlah tamu Yang online |
| Form Login |
|---|
| Kejujuran |
|
|
| Ditulis Oleh Agus Tamim | |
| Tuesday, 17 November 2009 | |
|
Kejujuran. Dua orang mengangkat tema ini dalam ceramahnya pada momen yang berbeda. H. Ahmad Bisyri, M.A. menyampaikannya saat khutbah Jum’at di Cyber, pekan lalu. Sementara Ir. H. Maknun Kunadi, M.T. membawakan judul serupa di kultum ba’da Dzuhur, hari ini.
Keduanya menyoroti konflik yang terjadi saat ini antara KPK, kepolisian, dan kejaksaan. “Kalau semuanya jujur tidak akan terjadi konflik seperti ini,” ungkap Ustadz Bisyri dalam khutbahnya.
Menurut dosen STID Al-Hikmah ini, setiap muslim bisa belajar kejujuran dari kisah Ka’ab bin Malik (dan 2 sahabat lain). “Mereka mendapatkan pujian dari Allah (karena kejujurannya) saat tidak ikut jihad di perang tabuk. Tapi saat ditanya rasulullah, mereka jujur, tidak banyak alasan, meski harus dihukum dengan diboikot, tidak boleh berbicara dengan siapapun termasuk anak dan isterinya,” terang pria yang tinggal di Bangka, Mampang Prapatan, lebih rinci.
Sementara itu, Pak Maknun mengingatkan jamaah sholat Dzuhur agar mengevaluasi diri. “Kita sering tidak sadar, bahwa kita mengajarkan anak untuk tidak jujur. Misalnya, saat anak minta uang, kita katakan tidak punya, padahal ada. Kenapa tidak terus terang dengan menanyakan uangnya untuk apa? atau penjelasan lain yang lebih jujur,” kata pembina DKM Al-Barokah ini dengan sedikit miris.
“Mari kita latih kejujuran mulai dari diri pribadi, dari hal yang kecil, dan sekarang juga,” pungkas kultumnya meminjam istilah seorang dai yang cukup kondang. (ATM) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|