Kajian Dzuhur
Depan
Berita
Organisasi
Radio Al Barokah
Forum
Perpustakaan
Download
Album
Cari
Buku Tamu
Links
Peta Situs
Hubungi Kami
Jadual Khatib Jum'at 2009
Laporan Keuangan rutin
Info Jamaah

 

A. Berita Duka:

Meninggal dunia ibunda dari M. Habibi (Mobile-8). Semoga Allah mengampuni dosa beliau, dan keluarganya dalam kesabaran.

 

B. Berita Kelahiran:

- Putri pertama Gian Hamdani (Mobile-8)
- Putra kedua Daniel-Elda (Plh. Presiden DKM Al-Barokah)
- Putra kedua Marfuah (BNA) 
Barakallahulakum, semoga menjadi anak sholih/ ah yang mencintai Allah dan rasul-Nya 

 

C. Berita Sakit:

- Ananda Imam Maliq (13 bulan) putra kedua Kamelia Sari Putri (PZ. Cussons) karena kelainan jantung. Sempat dirawat di RSJ. Harapan Kita, dan sekarang masih rawat jalan..

Semoga lekas sembuh dan keluarganya dalam kesabaran.

 


 

 

 

 
Polling
Setujukah Anda jika nama Musholla Al Barokah diganti menjadi Masjid Al Barokah?
 
Cari
Saat ini ada 12 Jumlah tamu Yang online
Form Login





Lupa Kata Sandi?


  Rekanan



Kejujuran Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Ditulis Oleh Agus Tamim   
Tuesday, 17 November 2009

Kejujuran. Dua orang mengangkat tema ini dalam ceramahnya pada momen yang berbeda. H. Ahmad Bisyri, M.A. menyampaikannya saat khutbah Jum’at di Cyber, pekan lalu. Sementara Ir. H. Maknun Kunadi, M.T. membawakan judul serupa di kultum ba’da Dzuhur, hari ini.

 

Keduanya menyoroti konflik yang terjadi saat ini antara KPK, kepolisian, dan kejaksaan. “Kalau semuanya jujur tidak akan terjadi konflik seperti ini,” ungkap Ustadz Bisyri dalam khutbahnya.

 

Menurut dosen STID Al-Hikmah ini, setiap muslim bisa belajar kejujuran dari kisah Ka’ab bin Malik (dan 2 sahabat lain). “Mereka mendapatkan pujian dari Allah (karena kejujurannya) saat tidak ikut jihad di perang tabuk. Tapi saat ditanya rasulullah, mereka jujur, tidak banyak alasan, meski harus dihukum dengan diboikot, tidak boleh berbicara dengan siapapun termasuk anak dan isterinya,” terang pria yang tinggal di Bangka, Mampang Prapatan, lebih rinci.

 

Sementara itu, Pak Maknun mengingatkan jamaah sholat Dzuhur agar mengevaluasi diri. “Kita sering tidak sadar, bahwa kita mengajarkan anak untuk tidak jujur. Misalnya, saat anak minta uang, kita katakan tidak punya, padahal ada. Kenapa tidak terus terang dengan menanyakan uangnya untuk apa? atau penjelasan lain yang lebih jujur,” kata pembina DKM Al-Barokah ini dengan sedikit miris.

 

“Mari kita latih kejujuran mulai dari diri pribadi, dari hal yang kecil, dan sekarang juga,” pungkas kultumnya meminjam istilah seorang dai yang cukup kondang. (ATM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >