| Kajian Dzuhur |
|---|
|
| Info Jamaah | ||
|---|---|---|
|
||
| Polling |
|---|
| Cari |
|---|
| Saat ini ada 2 Jumlah tamu Yang online |
| Form Login |
|---|
| Prolog: Berdialog dengan ”Satu Detik” |
|
|
| Ditulis Oleh Agus Tamim | |
| Monday, 26 October 2009 | |
|
Pada suatu hari aku duduk menghadapkan hati ini ke hadirat Allah sambil menyesali rentangan usia yang telah kulalui. Kupanggil satu detik dari waktu hidupku. Aku katakan padanya,
+ Aku harap engkau mau kembali lagi kepadaku supaya aku dapat menggunakanmu untuk berbuat kebaikan. - Sesungguhnya tidak ada waktu yang sudi berkompromi untuk berhenti.
+ Wahai detik, aku mohon kembalilah padaku agar aku dapat memanfaatkanmu dan mengisi kekurangaku pada dirimu. - Bagaimana aku dapat kembali padamu, padahal aku telah tertutup oleh perbuatan-perbuatanmu!
+ Coba lakukanlah hal yang mustahil itu dan kembalilah padaku. Betapa banyak detik-detik yang aku sia-siakan selain kamu. - Seandainya kekuasaan ada ditanganku, pastilah aku kembali padamu, namun tiada kehidupan bagiku. Dan itu terlipat oleh lembaran-lembaran amalmu dan diserahkan kepada Allah SWT.
+ Apakah mustahil engkau kembali lagi padaku, padahal saat ini engkau sedang berbicara padaku? - Sesungguhnya detik-detik dalam kehidupan manusia ada yang menjadi kawan setianya dan ada kalanya ia menjadi musuhmu dan yang akan menjadi saksi atas kamu di akhirat kelak. Mungkikah akan bertemu dua orang yang saling bermusuhan?
+ Aduh, alangkah menyesalnya aku. Betapa aku telah menyia-nyiakan detik-detik dalam perjalanan kehidupanku. Tetapi sekali lagi aku mohon sekiranya engkau sudi kembali kepadaku, niscaya aku akan beramal sholeh ”didalammu” yang pernah aku tinggalkan.
Maka detik itupun terdiam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Aku pun lantas memanggilnya:
+ Wahai detik, tidakkah engkau dengar panggilanku? Kumohon jawablah... - Wahai orang yang lalai akan dirinya, wahai orang yang menyia-nyiakan waktu-waktunya. Tahukan kamu, demi mengembalikan satu detik saja, sesungguhnya kamu telah menyia-nyiakan beberapa detik dari umurmu. Mungkinkah engkau dapat mengembalikan mereka pula? Namun aku hanya dapat berpesan kepadamu, ”Sesungguhnya segala perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) segala perbuatan yang buruk”.
Maka wahai sahabatku bersegeralah, beramallah, bersunngguh-sungguhlah, bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada. Ikutilah perbuatan buruk itu dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapusnya, dan bergaulah dengan sesama manusia dengan budi pekerti yang luhur. (ATM)
Sumber: Buku Al-Waqtu ’Ammar aw Dammar oleh Jasiem M. Badr Al-Muthowi’.
|
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|