Kajian Dzuhur
Depan
Berita
Organisasi
Radio Al Barokah
Forum
Perpustakaan
Download
Album
Cari
Buku Tamu
Links
Peta Situs
Hubungi Kami
Jadual Khatib Jum'at 2009
Laporan Keuangan rutin
Info Jamaah

 

A. Berita Duka:

Meninggal dunia ibunda dari M. Habibi (Mobile-8). Semoga Allah mengampuni dosa beliau, dan keluarganya dalam kesabaran.

 

B. Berita Kelahiran:

- Putri pertama Gian Hamdani (Mobile-8)
- Putra kedua Daniel-Elda (Plh. Presiden DKM Al-Barokah)
- Putra kedua Marfuah (BNA) 
Barakallahulakum, semoga menjadi anak sholih/ ah yang mencintai Allah dan rasul-Nya 

 

C. Berita Sakit:

- Ananda Imam Maliq (13 bulan) putra kedua Kamelia Sari Putri (PZ. Cussons) karena kelainan jantung. Sempat dirawat di RSJ. Harapan Kita, dan sekarang masih rawat jalan..

Semoga lekas sembuh dan keluarganya dalam kesabaran.

 


 

 

 

 
Polling
Setujukah Anda jika nama Musholla Al Barokah diganti menjadi Masjid Al Barokah?
 
Cari
Saat ini ada 19 Jumlah tamu Yang online
Form Login





Lupa Kata Sandi?


  Rekanan



Masih Adakah Pemimpin Sederhana? Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Ditulis Oleh Agus Tamim   
Thursday, 18 February 2010
Pemimpin yang adil, sederhana, dan dapat mensejahterakan adalah impian setiap rakyat yang memilihnya. Namun, tidak mudah mencari dan memilih pemimpin bertipikal seperti itu. Menurut Drs. H. Ahmad Yani banyak orang yang semula memperjuangkan seseorang untuk menjadi pemimpin menjadi kecewa berat dengan sikap, ucapan dan tindakan seorang pemimpin yang dikaguminya. Apa Sebab?
 
"Salah satunya adalah karena sang pemimpin gagal mendisiplinkan dirinya untuk menjadi pemimpin yang sejati," ungkap Ketua LPPD Khairu Ummah dalam surat elektroniknya.

"Kekuasaan membuat orang lebih ketat mengawasi prilaku orang lain, tetapi membuat mereka longgar terhadap diri sendiri," ungkapnya mengutip hasil penelitian sebuah surat kabar nasional.

Tak ada yang tak mungkin. Ada sebuah contoh kongkrit yang bisa diambil oleh para pemimpin. Khalifah Umar bin Abdul Aziz salah satunya. Pasca menyelesaikan prosesi penguburan Khalifah Sulaiman, khalifah pengganti ditawari kendaraan mewah (kuda pengangkut barang, beberapa ekor kuda tunggangan lengkap dengan peralatan dan kusirnya) di masa itu, ia lebih memilih kendaraan pribadinya. "“Hewanku lebih sesuai bagiku,” kata khalifah kepada bawahannya.

"Kesederhanaan inipun mendapat dukungan dari anggota keluarganya, isteri dan anaknya" pungkas Ustadz Ahmad Yani. (ATM)
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >