Kajian Dzuhur
Depan
Berita
Organisasi
Radio Al Barokah
Forum
Perpustakaan
Download
Album
Cari
Buku Tamu
Links
Peta Situs
Hubungi Kami
Jadual Khatib Jum'at 2009
Laporan Keuangan rutin
Info Jamaah

 

A. Berita Duka:

Meninggal dunia ibunda dari M. Habibi (Mobile-8). Semoga Allah mengampuni dosa beliau, dan keluarganya dalam kesabaran.

 

B. Berita Kelahiran:

- Putri pertama Gian Hamdani (Mobile-8)
- Putra kedua Daniel-Elda (Plh. Presiden DKM Al-Barokah)
- Putra kedua Marfuah (BNA) 
Barakallahulakum, semoga menjadi anak sholih/ ah yang mencintai Allah dan rasul-Nya 

 

C. Berita Sakit:

- Ananda Imam Maliq (13 bulan) putra kedua Kamelia Sari Putri (PZ. Cussons) karena kelainan jantung. Sempat dirawat di RSJ. Harapan Kita, dan sekarang masih rawat jalan..

Semoga lekas sembuh dan keluarganya dalam kesabaran.

 


 

 

 

 
Polling
Setujukah Anda jika nama Musholla Al Barokah diganti menjadi Masjid Al Barokah?
 
Cari
Saat ini ada 2 Jumlah tamu Yang online
Form Login





Lupa Kata Sandi?


  Rekanan



Takbir Bersama Imam, Bebas dari Neraka! Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Ditulis Oleh Agus Tamim   
Friday, 05 February 2010
Takbiratul ihram bersama imam bisa membebaskan diri dari api neraka. “Siapa yang shalat berjamaah karena Allah selama 40 hari dengan mendapat takbiratul ihram, maka ditulis baginya dua kebebasan, yaitu bebas dari api neraka dan bebas dari kemunafikan, “ujar Ketua LPPD Khairu Ummah Drs. Ahmad Yani mengutip sebuah hadist riwayat Imam Tirmidzi.
 

“Syaratnya ya itu, takbir bersama imam, bukan menjadi masbuk, dan selama 40 hari,” kata pria yang rajin menulis buku menekankan keutamaan sholat berjamaah.

 

Orang yang menunggu pelaksanaan shalat berjamaah, maka penantiannya itu termasuk dinilai sebagai waktu yang digunakan untuk shalat. “Para malaikat memohonkan untuknya rahmat selama ia masih berada di tempat shalat itu selagi ia belum berhadats, kata mereka: “Ya Allah, berilah orang ini rahmat, Ya Allah kasihilah dia.” Dan orang itu dianggap sedang shalat sejak ia mulai menantikannya,” tambahnya menukil hadist riwayat Imam Bukhari dan Muslim.

 

Sebagai contoh, bila shalat hanya berlangsung lima menit dan ia menantikan pelaksanaan shalat selama lima menit, maka ia seperti melaksanakan shalat selama sepuluh menit, dst.

 

“Tapi bukan berarti abis Sholat Dzuhur terus lanjut nunggu ke Ashar ya. Kan ada amanah lain, yaitu melanjutkan tugas kerja di kantor,” pesannya penuh sindiran. (ATM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >