|
Ditulis Oleh Agus Tamim
|
|
Thursday, 10 June 2010 |
|
Dakwah di perkantoran memiliki tantangan tersendiri. Selain terbatasnya waktu sebuah kegiatan atau program, silih bergantinya kepengurusan menjadi hal yang amat lumrah. Hal ini juga terjadi di DKM Al-Barokah, Gedung Cyber. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Seluruh badan pengurus harian (BPH) plus seorang ketua departemen pindah dari gedung yang dahulunya bernama Gedung Elektrindo ini.
Menurut penelusuran albarokahorid, sejak berdiri 1996, DKM telah dipimpin oleh 9 orang ketua. Yang paling fenomenal di masa Faisal Hasan Ishaq (adik presiden sebuah partai Islam). Ia menjabat tidak sampai satu semester karena harus pindah kantor.
Begitu pula di era Teguh Handoyo, dan Wido Supraha. Mereka harus melepaskan amanah sebagai orang nomor 1 di Al-Barokah karena pindah kerja.
Yang teranyar adalah kepengurusan periode 2009-2011. Belum genap setahun, satu persatu pengurus pindah dari Gedung Cyber. Diawali Sekretaris DKM Mahmud ”Zuhdi” yang menjadi PNS akhir 2009. Disusul bendahara Hasan Darajat yang mengikuti jejak Mahmud. Lalu ”sang presiden” Bayu Prioko yang pindah ke kantor pusat. Tak ketinggalan beberapa personal Departemen Kajian dan Pembinaan (DKP) plus ketua departemennya.
Menurut Bayu, Ketua DKM non aktif, kepengurusan terpaksa tidak bisa melanjutkan amanah dan akan diagendakan Mubeslub (Musyawarah Besar Luar Biasa) secepatnya. (ATM)
|