|
Masih Adakah Pemimpin Sederhana? |
|
|
|
Ditulis Oleh Agus Tamim
|
|
Thursday, 18 February 2010 |
|
Pemimpin yang adil, sederhana, dan dapat mensejahterakan adalah impian setiap rakyat yang memilihnya. Namun, tidak mudah mencari dan memilih pemimpin bertipikal seperti itu. Menurut Drs. H. Ahmad Yani banyak orang yang semula memperjuangkan seseorang untuk menjadi pemimpin menjadi kecewa berat dengan sikap, ucapan dan tindakan seorang pemimpin yang dikaguminya. Apa Sebab?
"Salah satunya adalah karena sang pemimpin gagal mendisiplinkan dirinya untuk menjadi pemimpin yang sejati," ungkap Ketua LPPD Khairu Ummah dalam surat elektroniknya.
"Kekuasaan membuat orang lebih ketat mengawasi prilaku orang lain, tetapi membuat mereka longgar terhadap diri sendiri," ungkapnya mengutip hasil penelitian sebuah surat kabar nasional.
Tak ada yang tak mungkin. Ada sebuah contoh kongkrit yang bisa diambil oleh para pemimpin. Khalifah Umar bin Abdul Aziz salah satunya. Pasca menyelesaikan prosesi penguburan Khalifah Sulaiman, khalifah pengganti ditawari kendaraan mewah (kuda pengangkut barang, beberapa ekor kuda tunggangan lengkap dengan peralatan dan kusirnya) di masa itu, ia lebih memilih kendaraan pribadinya. "“Hewanku lebih sesuai bagiku,” kata khalifah kepada bawahannya.
"Kesederhanaan inipun mendapat dukungan dari anggota keluarganya, isteri dan anaknya" pungkas Ustadz Ahmad Yani. (ATM)
|